Articles

Ilustrasi Kegiatan Jelajah Geotrek—Kawah Baru—Gunung Papandayan Via Cisurupan, Kabupaten Garut

In Jelajah Geotrek (5)--Kawah Baru--Gunung Papandayan on April 25, 2011 by keluargamatabumiindonesia

Pendahuluan

            Ada dua jalur popular yang biasa digunakan wisatawan atau para penggiat alam terbuka, apabila hendak berkunjung ke kawasan Cagar Alam Gunung Papandayan. Pertama, melalui jalur Pangalengan, Kabupaten Bandung. Kedua, melalui jalur Cisurupan, Kabupaten Garut.

Dari pusat kota Bandung, jalur Pangalengan ‘mungkin’ memiliki jarak tempuh yang relatif dekat jika dibandingkan dengan jalur Cisurupan. Hanya saja, aksesibilitas yang kurang baik membuat perjalanan melalui Pangalengan, selain memiliki tingkat tantangan dan resiko tersendiri, pada faktanya bisa memakan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan melalui jalur Cisurupan, Kabupaten Garut.

Apabila hendak menggunakan jalur Pangalengan ini, umumnya dari Kota Bandung langsung saja melaju ke arah selatan. Misalnya, melalui Jalan Jakarta—Kiaracondong—SAMSAT—Gordon—Baleendah—Banjaran—Pangalengan—PTPN VIII (Malabar-Purbasari-Talun Santosa-Sedep)—batarua—Kampung Papandayan—GBH/Gou Ber Hood—Kawah Gunung Papandayan.

Ayu ‘Kuke’ Wulandari—volunter Komunitas Matabumi Indonesia, membuat catatan-catatan penting berdasarkan hasil survei bersama panitia/fasilitator Matabumi pada 13 April 2011.  “… (1) untuk soal pemandangan sepanjang perjalanan.. c-a-k-e-p!; (2) banyak hal yang bisa dipelajari, relatif kaya morfologi untuk dijadikan bahasan; (3) hijau, pepohonan, bentangan yang tak terusik gedung tinggi, baik untuk mata; (4) rute ini potensial mengajari untuk ramah menyapa, berinteraksi & tersenyum pada penduduk; (5) harus menginap minimal 1 malam, perjalanan PP dalam 1 hari akan sangat melelahkan; (6) tidak disarankan naik motor biasa, minimal motor trail (jangan lepaskan helm & jaket, usahakan gunakan celana panjang, jadi kalau tergelincir jatuh ya bisa relatif aman); mobil pun harus khusus off-road; (7) tidak disarankan bagi siapa pun yang tidak menyukai rute ajrug-ajrugan batu, karena rute batu ini relatif panjang dan konstan (kecuali ketika memasuki perkampungan).”

Sedangkan jika melalui jalur Cisurupan, Kabupaten Garut, walaupun jarak relatif lebih jauh, namun memiliki aksesibilitas yang lebih baik dan waktu tempuh yang lebih cepat. Dari pusat Kota Bandung bisa langsung bergerak ke timur menuju ke Cileunyi—Cicalengka—Lingkar Nagreg—Leles—Garut kota—Cisurupan—kawasan parkir Cagar Alam Gunung Papandayan. Dan pada kesempatan kali ini, dengan berbagai pertimbangan, panitia memutuskan menggunakan jalur ini.

***

            Kegiatan Jelajah Geotrek ke Gunung Papandayan ini merupakan kegiatan ke-5. Setelah kegiatan Jelajah Geotrek Ci Mahi Hulu/Lava Tour (Minggu, 18 Juli 2010). Jelajah Geotrek Kawah Putih—Gunung Patuha (Sabtu, 23 Oktober 2010). Jelajah Geotrek Curug Malela (Sabtu, 18 Desember 2010). Dan Jelajah Geotrek Kaldera Gunung Sunda Purba di kawasan Situ Lembang (Sabtu, 12 Februari 2011).

Kegiatan ke-5

Nama: Jelajah Geotrek Gunung Papandayan

Waktu: Sabtu, 23 April 2011

Jadwal Kegiatan

Waktu Aktifitas Keterangan
06.00-06.30 Kumpul+Kenalan+Informasi Taman Ganesha ITB
06.30-11.00 Perjalanan-Tiba Kawasan Parkir
11.30-12.30 Istirahat+Makan Siang+Sholat Sekitar Areal Parkir
12.30-13.30 Treking+Menafsir+Diskusi Kawah Baru
13.30-14.30 Jalan-jalan+Belajar Sketsa Sekitar Kawah Baru
14.30-15.00 Jalan ke parkiran+Persiapan Pulang Areal Parkir
15.00-15.20 Penutupan Areal Parkir
15.30-20.00 Perjalanan pulang-Tiba di Bandung

 Perlengkapan

  • Mengenakan pakaian lapangan/nyaman buat berjalan-jalan
  • Pakaian ganti
  • Sepatu dan (atau) Sandal lapangan/nyaman
  • Topi
  • Jas hujan/Raincoat
  • Plastik buat salin/elektronik
  • Botol minum
  • Buku catatan
  • Alat dokumentasi
  • Obat pribadi
  • Perlengkapan ibadah
  • Cemilan/makanan ringan
  • Makanan penyelang pagi, siang, sore
  • NB: Sarapan terlebih dahulu

Interpreter dan Tamu

  • Bapak Budi Brahmantyo dan Bapak T. Bachtiar dari Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB)
  • Bapak Momon (Gunung Papandayan) dan Bapak Ade (Gunung Guntur) sebagai Pengamat Gunungapi
  • Bapak Syamsul sebagai Ahli Gunungapi.

Penutup

Berbagai persiapan telah dilakukan. Semoga Tuhan memberikan segala kemudahan. Berharap kegiatan ini bermanfaat, membahagiakan, menambah pengetahuan, perkawanan dan pencerahan hidup. Kami ucapkan terimakasih kepada semuanya. Salam Lestari. Selamat Hari Bumi.

Bandung. Jum’at, 22 April 2011

Hormat Kami,

Panitia/fasilitator Komunitas Matabumi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: